PRCLH Gelar Aksi Bersih Sungai di Bawah Titi Bedagai, 1,2 Ton Sampah Diangkut




SERDANG BEDAGAI | Pesan tegas menggema di bantaran sungai bawah Titi Bedagai,

Tepat nya di desa pekan tanjung beringin kecamatan Tanjung beringin kabupaten Serdang Bedagai.

Rabu (18/02/2026) relawan yang tergabung dalam PRCLH turun langsung melakukan aksi bersih-bersih sampah dengan satu seruan utama: jangan tunggu banjir datang baru menyesal.


Aksi yang dimulai sejak pukul 10.36 WIB itu menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap kondisi sungai yang kian memprihatinkan.


Tumpukan sampah yang menyumbat aliran air dinilai menjadi salah satu ancaman serius terjadinya banjir, terutama saat curah hujan meningkat.


Ketua PRCLH, Rifaldi, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar simbolis, melainkan panggilan moral untuk menyelamatkan lingkungan.


“Hari ini kami turun langsung bukan untuk mencari perhatian, tapi untuk menyelamatkan lingkungan kita sendiri. Sungai ini bukan tempat sampah. Sungai adalah sumber kehidupan masyarakat,” tegas Rifaldi di sela kegiatan.


Ia mengungkapkan, timnya melihat langsung bagaimana sampah rumah tangga menumpuk di bawah jembatan, menyumbat aliran air, dan berpotensi memperparah risiko banjir.


Menurutnya, kebiasaan membuang sampah sembarangan adalah ancaman nyata yang perlahan menyiapkan bencana bagi masyarakat sendiri.


“Jika kita terus diam dan membiarkan kebiasaan buruk ini, maka kita sedang menyiapkan bencana untuk keluarga kita sendiri. Jangan tunggu banjir datang baru menyesal,” ujarnya.


Kegiatan diawali pukul 10.36 WIB dengan berkumpulnya peserta di titik yang telah ditentukan untuk pembagian alat kebersihan. 


Selanjutnya pada pukul 10.50 WIB, kegiatan resmi dibuka dengan arahan singkat mengenai tujuan aksi serta imbauan keselamatan selama proses pembersihan berlangsung.


Memasuki pukul 11.10 WIB, tim mulai bergerak membersihkan titik timbunan sampah di bawah Titi Bedagai.


Berbekal karung goni dan karung plastik, para relawan menyisir area sungai, mengangkat sampah yang tersangkut di bebatuan maupun yang mengendap di aliran air.


Dari pukul 11.30 hingga 16.10 WIB, proses pengumpulan dan pelangsiran sampah dilakukan sebanyak empat kali angkutan. 



Sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 20 karung goni dan 10 karung plastik besar dan 3 bak Honda viar roda 3. Dengan keterbatasan alat dan personil PERJUANGAN RAKYAT CINTA LINGKUNGAN HIDUP akan tetap konsisten membenahi dan berusaha agar tempat tersebut bersih dari sampah.


Kegiatan ditutup pada pukul 16.20 WIB dengan evaluasi singkat bersama seluruh peserta.


Dari aksi tersebut, sebanyak 10 peserta terlibat aktif dalam pembersihan. Volume sampah yang terkumpul menunjukkan bahwa persoalan kebersihan sungai masih menjadi pekerjaan rumah serius bagi semua pihak.


Menariknya, aksi ini mendapat respons antusias dari masyarakat sekitar. Sejumlah warga terlihat memberikan dukungan moral dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian para relawan.



Rifaldi menegaskan bahwa PRCLH tidak akan berhenti pada satu kegiatan saja. Edukasi dan pengingat kepada masyarakat akan terus dilakukan agar kesadaran kolektif tumbuh secara berkelanjutan.


“PRCLH akan terus bergerak, mengedukasi, dan mengingatkan. Karena menjaga lingkungan bukan pilihan, tapi kewajiban bersama. Kalau bukan kita yang menjaga sungai ini, siapa lagi?” pungkasnya.


Aksi bersih sungai ini menjadi pengingat bahwa sungai bukanlah tempat pembuangan akhir, melainkan sumber kehidupan yang harus dijaga.


Tanpa kepedulian bersama, ancaman banjir dan kerusakan lingkungan akan terus menghantui masyarakat Serdang Bedagai.


(Abdul Salim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak