Bagi saya, kata "harta" bukanlah berarti uang, perhiasan, atau benda mewah lainnya. Sebab, harta yang paling nyata, paling berharga, dan tidak akan pernah habis atau hilang dari kasih sayang hanyalah Mama. Ia adalah sosok yang melahirkanku ke dunia ini, merawatku dengan penuh kasih sayang sejak aku masih kecil, dan membimbingku tumbuh menjadi orang yang seperti sekarang. Segala lelah, air mata, dan pengorbanan yang ia berikan tidak pernah ia hitung atau ia keluhkan sedikitpun.
Di saat aku sedih, ia adalah orang pertama yang datang menghibur dan mendengarkan segala keluh kesahku dengan sabar. Ketika aku salah atau jatuh, aku tidak serta merta memarahi, melainkan mengingatkan dengan lembut dan mengajarkanku cara bangkit kembali. Doa-doa yang ia panjatkan untukku setiap hari adalah kekuatan terbesar yang selalu melindungiku di mana pun aku berada. Kasih sayangnya tulus, tanpa pamrih, dan tidak akan pernah digantikan oleh apa pun di dunia ini.
Mama adalah rumah tempatku pulang, tempatku mencari ketenangan, dan sumber kebahagiaanku yang sesungguhnya. Tidak ada harta di dunia ini yang nilainya bisa disamakan dengan kehadiran, perhatian, dan cintanya. Aku berjanji akan selalu berbakti, menyayanginya, dan membahagiakannya selama ia masih ada, karena ia adalah anugerah terindah dan hartaku yang paling berharga yang pernah kumiliki seumur hidup.
(Abdul Salim)
