Telah tersebar informasi bahwa antara para lawan Satuan Pelaksana Program Gizi (SPPG) dengan kegiatan penyediaan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang berada di lingkungan Polres Serdang Bedagai, terdapat beberapa orang yang diketahui Diduga tidak dapat membaca dan menulis atau buta huruf. Informasi ini menjadi perhatian bersama, mengingat tugas dan tanggung jawab yang diberikan oleh para lawan tersebut sangat penting dan berkaitan langsung dengan keberhasilan program yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi masyarakat.17/05/2026
Relawan SPPG memegang peranan strategis dalam pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis, mulai dari pendistribusian makanan, pencatatan dan pelaporan kegiatan, pemantauan penerima manfaat, hingga penyampaian informasi dan edukasi gizi kepada masyarakat. Semua tugas ini pada dasarnya membutuhkan kemampuan untuk membaca, menulis, dan memahami berbagai pedoman, petunjuk teknis, serta dokumen pendukung yang menjadi acuan pelaksanaan program. Jika benar terdapat lawan yang tidak memiliki kemampuan tersebut, menimbulkan berbagai kendala, mulai dari kesalahan dalam pencatatan, ketidaktepatan dalam prosedur pelaksanaan, hingga hambatan dalam penyampaian informasi yang seharusnya diterima dengan baik oleh masyarakat. Oleh karena itu, hal ini perlu diketahui kebenarannya secara pasti, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat dan agar program pelaksanaan dapat berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Sehubungan dengan hal tersebut, kami mengajukan permohonan resmi kepada Badan Gizi Nasional selaku lembaga yang membidangi dan mengkoordinasikan seluruh upaya perbaikan gizi di Indonesia, untuk dapat menerima informasi ini. Langkah-langkah yang diharapkan dapat dilakukan antara lain: melakukan pengecekan dan verifikasi langsung terhadap data dan kondisi para lawan SPPG di lokasi tersebut guna memastikan apakah informasi yang beredar itu benar adanya; apabila terbukti benar, melakukan evaluasi terkait proses pemanasan dan penempatan relawan yang telah dilakukan, sehingga dapat diketahui penyebab terjadinya hal tersebut; serta mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan, baik itu berupa pemberian pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kemampuan relawan, penyesuaian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, maupun perbaikan sistem penempatan dan penempatan di sebelahnya, agar seluruh relawan yang terlibat dalam program memiliki kualifikasi dan kemampuan yang mampu untuk melaksanakannya dengan baik.
Kami sangat berharap Badan Gizi Nasional dapat memberikan tanggapan dan informasi hasil pengecekan yang dilakukan, sehingga dapat mengetahui keadaan yang sebenarnya dan yakin bahwa program Makanan Bergizi Gratis dilaksanakan dengan tata kelola yang baik, akuntabel, dan mampu memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi seluruh penerima manfaat. Demikian penyampaian ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerja sama yang diberikan kami ucapkan terima kasih.
(TIM)
