Di tengah hamparan kawasan yang masih memegang erat keaslian alamnya, berdiri tegak pohon kayu punak yang memiliki usia luar biasa, yaitu telah tumbuh dan berkembang kurang lebih sekitar dua ratus tahun lamanya.
Selama berabad-abad lamanya, pohon ini menjadi saksi bisu berbagai peristiwa yang terjadi di sekitarnya mulai dari pergantian musim yang selalu berulang, perubahan bentuk lingkungan sekitar, hingga kisah-kisah kehidupan yang tinggal di wilayah desa kayu besar desa kayu besar kecamatan Bandar Khalifah kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara,
Dengan batang yang semakin kokoh, besar, dan berlekuk indah seiring berjalannya waktu, kayu punak ini tidak hanya menjadi bagian tak terpisahkan dari kekayaan alam setempat, tetapi juga memiliki nilai yang sangat tinggi baik dari segi ekologis maupun budaya.
Batangnya yang kokoh menjadi tempat tinggal dan perlindungan bagi beragam jenis burung, serta makhluk hidup kecil lainnya, sementara akarnya yang merambah jauh ke dalam tanah berfungsi menjaga kestabilan tanah dan menjaga kelestarian sumber udara di sekitar kawasan tersebut.
Kayu punak ini terletak di dusun mesjid desa kayu besar kecamatan Bandar Khalifah kabupaten Serdang Bedagai.
Bagi masyarakat setempat, keberadaan pohon kayu punak yang berusia ratusan tahun ini juga dianggap sebagai warisan alam yang patut dijaga dan dilestarikan. Ia menjadi bukti nyata betapa subur dan berdayanya mendukung alam di wilayah ini, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam agar keindahan dan manfaatnya dapat terus dirasakan oleh generasi yang akan datang, sama seperti yang telah dirasakan oleh nenek moyang selama kurang lebih dua abad lebih lamanya.
(Abdul Salim)
