Sumatera Utara Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Peduli Memajukan Sumatera Utara (APMPEMUS) meminta Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan perhatian serius terhadap ancaman abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Sumatera Utara.
Kamis (3/9/2026)
Ketua APMPEMUS Iqbal, S.H., mengatakan abrasi bukan lagi sekadar persoalan lingkungan, tetapi telah menyentuh persoalan kemanusiaan, keselamatan masyarakat pesisir, bahkan keberadaan wilayah Indonesia.
«“Hari ini kita tidak sedang kehilangan tanah air karena peperangan, tetapi perlahan-lahan daratan kita dibantai oleh abrasi. Jika satu desa dibiarkan hilang, bukan tidak mungkin desa lainnya akan menyusul,” tegas Iqbal.
Menurutnya, kepedulian dan kemuliaan hati Jenderal Maruli Simanjuntak terhadap lingkungan dan persoalan sosial menjadi harapan bagi masyarakat pesisir. Ia meyakini KASAD memiliki perhatian besar terhadap pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari keberlangsungan kehidupan generasi mendatang.
APMPEMUS berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, serta instansi terkait untuk tidak menunggu sampai masyarakat kehilangan rumah dan wilayah tempat tinggal. Penanaman mangrove dan cemara, kata Iqbal, harus menjadi bagian dari gerakan nyata untuk memperkuat perlindungan kawasan pesisir sekaligus menjaga ekosistem.
«“Menanam satu pohon hari ini mungkin terlihat kecil, tetapi bisa menjadi benteng bagi kehidupan masyarakat puluhan tahun ke depan. Kami berharap hati Jenderal Maruli Simanjuntak tergerak untuk melihat langsung kondisi masyarakat pesisir,” ujarnya.
Iqbal menegaskan, menjaga sejengkal tanah Indonesia adalah wajib dan harus menjadi tanggung jawab kita bersama.
Jangan sampai kita baru peduli ketika sebuah desa sudah hilang dari peta. Ini tidak boleh terjadi. Selamatkan pesisir, selamatkan masyarakat, dan selamatkan sejengkal tanah air Indonesia,” pungkasnya.
(Abdul Salim)
