Serdang Bedagai, 1 Desember 2025 – Serdang Bedagai lagi darurat BBM! dampak bencana alam yang menghantam Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Tapanuli Utara (Taput), pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Sergai jadi seret. Akibatnya? SPBU Rampah Kiri berubah jadi arena 'kemah' dadakan, dengan ratusan warga rela antre dari pagi buta sampai malam menjelang!
Pantauan di lokasi bikin miris. Ratusan kendaraan, mulai dari motor butut sampai mobil mewah, berjejer mengular demi setetes bensin. Warga curhat, mereka sudah kayak zombie nunggu giliran demi bisa isi tangki. Yang lebih kasihan, para pekerja harian yang hidupnya bergantung sama kendaraan, terancam kehilangan rezeki.
"Gila, dari jam 9 pagi saya udah di sini, bro! Belum juga dapet! Gimana mau kerja, buat makan aja susah," keluh seorang driver sepeda motor" samsul" dengan nada putus asa.
Usut punya usut, krisis BBM ini dipicu oleh lumpuhnya jalur distribusi dari Tapteng dan Taput. Bencana alam bukan cuma bikin susah warga sana, tapi juga bikin jalan dan jembatan amburadul, alhasil truk tangki BBM pun nggak bisa lewat.
Pihak SPBU Rampah Kiri nggak bisa ngelak. Mereka mengakui permintaan BBM melonjak drastis, sementara pasokan dari Pertamina telat datang. Alasannya klasik: cuaca ekstrem dan infrastruktur rusak.
"Kami ngerti banget kok susahnya warga. Kami juga udah ngebut koordinasi sama Pertamina biar pasokan cepet dateng. Mohon sabar ya, Pak, Bu! Insya Allah masalah ini nggak bakal lama," ujar seorang petugas SPBU dengan nada menenangkan.
Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai nggak tinggal diam. Mereka udah gercep koordinasi dengan Pertamina dan instansi terkait buat nyari solusi. Beberapa langkah udah diambil, mulai dari ngebut perbaikan infrastruktur sampai nambah pasokan BBM dari daerah lain.
"Kami terus pantau perkembangan di lapangan. Semua cara kami lakukan biar masyarakat nggak kesulitan. Kami juga imbau, jangan panik dan jangan coba-coba numpuk BBM di rumah," tegas seorang pejabat Pemkab Serdang Bedagai.
Sampai berita ini diturunkan, antrean panjang di SPBU Rampah Kiri masih jadi pemandangan sehari-hari. Warga cuma bisa berharap, pemerintah dan Pertamina segera turun tangan biar situasi ini nggak berlarut-larut. Mereka juga berdoa, semoga bencana di Tapteng dan Taput segera berlalu, biar pasokan BBM kembali lancar jaya!
(Rudi sujati)
