Idul Fitri menjadi momen yang paling dinanti oleh seluruh umat Islam di dunia, termasuk di wilayah Serdang Bedagai, Sumatera Utara. Selain sebagai hari kemenangan, hari suci ini juga menjadi ajang untuk saling memaafkan, membersihkan hati, dan mempererat tali persaudaraan.
JUMAT (27/3/2026)
Acara ini bukan sekadar pertemuan rutin atau perayaan budaya, melainkan sebuah wujud nyata dari semangat kebersamaan.
pertemuan ini bertujuan untuk memanfaatkan momen Idul Fitri agar seluruh Lembaga perjuangan Nusantara keadalilan (LPKN) dan masarakat dapat saling memaafkan kesalahan, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Selain itu, acara ini juga dimaksudkan sebagai sarana evaluasi, silaturahmi, serta penyatuan visi agar kinerja ke depannya semakin maksimal.
Acara halal bihalal halal dilaksanakan di kediaman rumah Bapak paino sebagai wakil ketua Lembaga perjuangan keadilan Nusantara (LPKN) yang Berada di desa Seibulu kecamatan teluk mengkudu kabupaten Serdang Bedagai di dihadiri oleh Ketua pimpinan Umum Junasti Nasution Lembaga perjuangan Keadilan nusantara (LPKN) beserta anggotanya. Kepala biro Media newsRI.id. Serdang Bedagai Abdul Salim. Kepala biro Media Liputan khusus Rudi Sujati, kepala biro Media Media Bongkar kasus Yudi K , Nainggolan, bersama tokoh masyarakat, tokoh agama, dan masarakat setempat.
Suasana yang tercipta sejak awal kedatangan, sangat hangat dan penuh kekeluargaan. LPKN dan para media serta masyarakat bersalaman, berpelukan, dan mengucapkan Minal Aidin Wal Faidzin, sebuah pemandangan yang sangat menyentuh hati dan membuktikan bahwa di antara mereka terjalin ikatan persaudaraan yang kuat.
Salah satu momen paling berkesan adalah sesi tausiyah yang disampaikan oleh tokoh agama. Dalam penyampaiannya, beliau menekankan bahwa menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat adalah bagian dari pengamalan ajaran agama, karena menciptakan rasa aman bagi sesama manusia merupakan bentuk ibadah yang bernilai tinggi. Hal ini tentu menjadi penyemangat bagi kita semua bahwa tugas yang mereka emban bukan sekadar kewajiban sosial, melainkan juga jalan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Dan kami juga mengucapkan selamat ulang tahun buat bapak wakil ketua LPKN Paino ke 58 tahun Semoga selalu diberikan kesehatan dan umur yang panjang.
Acara kemudian dilanjutkan dengan makan bersama atau kenduri bersama. Makan bersama ini menjadi simbol kesederhanaan dan kesetaraan. Di meja makan, tidak ada perbedaan pangkat atau jabatan; yang ada hanyalah sesama saudara seiman yang duduk bersanding, menikmati hidangan dengan penuh kegembiraan. Di sela-sela jamuan makan, berlangsung percakapan akrab, tukar pengalaman, hingga diskusi ringan mengenai tantangan yang mungkin dihadapi di lapangan. Ini adalah momen di mana komunikasi berjalan sangat efektif karena terbangun dalam suasana santai dan penuh kepercayaan.
Dalam kesempatan ini, Paino sebagai Wakil ketua lembaga perjuangan Keadilan nusantara (LPKN) Memgucapkan banyak terima kasih atas kedatangan saudara saudari yang telah hadir di rumah saya semoga kita selalu di berikan kesehatan dan umur yang panjang, dan harapan agar ke depannya sinergi antara lembaga dan media serta masarakat semakin erat dan bersatu.
Pesan utama yang tersampaikan adalah ajakan untuk terus menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Perbedaan latar belakang, usia, maupun status sosial tidak menjadi penghalang, melainkan justru menjadi kekayaan yang melengkapi satu sama lain.
( Abdul Salim)


