Masalah pencemaran udara yang saat ini terjadi di lingkungan masyarakat tidak hanya disebabkan oleh asap kendaraan bermotor atau limbah industri, namun kini juga muncul dari aktivitas budidaya perikanan, khususnya pembuatan dan penggunaan pakan ikan lele. Fenomena ini telah menjadi sorotan tajam dan sumber keluhan utama bagi warga sekitar karena dampaknya yang sangat mengganggu kenyamanan hidup serta membahayakan kesehatan.(03/05/2026)
Pakan ikan lele umumnya memiliki ciri khas berbau tajam dan menyengat, terutama jika terbuat dari bahan-bahan organik seperti ampas tahu, limbah ikan, atau tepung darah serta ayam mati yang telah mengalami proses fermentasi atau pembekuan. Selain itu, sisa-sisa pakan yang tidak habis dimakan oleh ikan dan menumpuk di dasar kolam juga akan mengalami dekomposisi atau tertahan oleh bakteri. Proses ini melepaskan gas-gas beracun dan tidak sedap seperti amonia, hidrogen sulfida, dan metana yang menguap ke udara.
Akibatnya, udara di sekitar kawasan pemukiman menjadi tercemar dan dipenuhi bau busuk yang sangat menyengat. Bau ini tidak hanya terasa tidak nyaman, tetapi juga sangat mengganggu aktivitas
sehari-hari warga. Warga mengeluhkan kesulitan bernapas dengan lega, tidak bisa membuka jendela rumah untuk sirkulasi udara, hingga gangguan pada nafsu makan dan kualitas tidur yang menurun drastis.
Lebih jauh lagi, dampak polusi udara ini sangat berbahaya bagi kesehatan fisik masyarakat dalam jangka panjang maupun pendek. Paparan yang terus-menerus terhadap gas amonia dan bau busuk dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan seperti iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, batuk-batuk, sesak napas, hingga memicu penyakit pernapasan kronis seperti asma dan bronkitis. Selain itu, udara yang kotor juga dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh, sehingga warga menjadi lebih mudah terserang penyakit lainnya.
Kondisi ini jelas sangat meresahkan dan menimbulkan ketidakadilan bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi budidaya tersebut. Lingkungan yang seharusnya menjadi tempat istirahat yang nyaman justru berubah menjadi sumber masalah kesehatan. Oleh karena itu, keluhan masyarakat semakin keras terdengar dan menuntut adanya tanggung jawab serta solusi nyata dari para petani untuk mengelola pakan dan limbah dengan lebih baik, serta upaya pemerintah dalam menegakkan peraturan demi menjaga kualitas udara dan kesejahteraan warga.
Dan disini kami para media mencoba mengkonfirmasi ke pihak desa dan dari pihak desa mengatakan bahwa sudah ke lokasi tersebut bersama bhabinkamtibmas, babinsah, dan warga yang berada di dusun VII kampung pala desa seirampah kecamatan seirampah kabupaten Serdang Bedagai.
Dan menurut kepala desa sei rampah akan mengadakan pemanggilan kepada pihak pengusaha.
Dan disini Perlu adanya kesadaran bersama penerapan metode budidaya yang ramah lingkungan agar aktivitas ekonomi yang dilakukan tidak merugikan hak orang lain untuk mendapatkan udara bersih dan hidup sehat.
(Abdul Salim)
