Ada sebuah perkampungan yang cukup ramai Kampung itu yang bernama Karang anyar dusun Satu desa karang anyar kecamatan penggajahan kabupaten Serdang Bedagai, Tinggal Seorang bapak yang bernama Sentot Bersama keluarga nya. Ada Sebuah Mobil Membawa Keluarga Mengarah ke rumah pak Sentot, Lalu mobil Tersebut berhenti pas di depan rumah pak Sentot, lalu Turun Seorang Wanita, lalu keluarlah Seorang laki laki tua keluar dari dalam rumah nya, Wanita Tersebut Menghampiri Laki laki tua tersebut, lalu Wanita Tersebut Baratnya Kepada leleki tua tersebut, Apakah Ini benar rumah Uwak Sentot, Lalu laki laki laki laki laki itu pun menjawab, ia benar, Wanita itu berkata Uwak, ini Saya Agustina Laia anak dari almarhum Mama Yang di nias, lalu Uwak itu pun Terdiam Sesaat, lalu Uwak itu berkata, apa benar kamu anak dari adik kandungku, lalu Wanita itu menjawab Sambil mata nya berkaca kaca Akibat Air mata yang tak terbendung turun sendirinya, Ia wak benar Saya keponakan uwak kandung yang berada di Nias, Tangisan mereka pun keluar, Tangisan sedih bercampur bahagia,
Lalu uwak mempersilahkan Masuk ke dalam rumah nya, lalu Wanita tersebut Memperkenalkan suami dan anak nya kepada Uwak Tersebut. Sabtu 22 Agustus
Wanita Tersebut bercerita Dulu Sewaktu saya kecil Saya Pernah kemari kurang lebih Umur saya Sekitar umur 10 tahun, Sekarang Saya Sudah berkeluarga, lalu Wanita tersebut Mengenalkan Suaminya kepada Uwak, ini suami saya dan ini anak saya, Anak Saya ada Empat Wak Yang satu lagi tidak bisa Saya bawa karna lagi.
Wanita Tersebut bercerita Dulu Sewaktu saya kecil Saya Pernah kemari kurang lebih Umur saya Sekitar umur 10 tahun, Sekarang Saya Sudah berkeluarga, lalu Wanita tersebut Mengenalkan Suaminya kepada Uwak, ini suami saya dan ini anak saya, Anak Saya ada Empat Wak Yang satu lagi tidak bisa Saya bawa karna lagi Minggu 23/8/2026.
Air mata mengalir tanpa perintah bukan semata-mata karena bahagia, namun juga karena mengingat betapa beratnya perpisahan selama ini. Duka kerinduan yang dipendam bertahun tahun ikut luruh bersama air mata kebahagiaan. Wajah yang dulu diingat masih ada, namun kini berkerut, berubah, sejarah jejak waktu yang tak terelakkan.
Sedih melihat perubahan itu, namun bahagia luar biasa melihatnya masih sehat, masih ada di sini, masih berpelukan erat.
setiap kata yang terucap terasa begitu lembut, begitu indah bertahan seperti dalam mimpi, namun kali ini takkan ada kengerian terbangun sendirian. Ikatan darah yang tak pernah putus kini terasa hidup kembali, menghangatkan ruang yang dingin bertahun-tahun.
Sebelum pulang Wanita bernama Agustina Bersama keluarga photo bareng bersama uwak tercinta dan photo bersama keluarga Semuanya.Lalu Wanita tersebut bersama keluarganya pun pamit Pulang.
Pertemuan ini sungguh bagaikan mimpi terindah yang takkan pernah diinginkan untuk berakhir. Sedih karena waktu yang terlewati takkan kembali, namun bahagia luar biasa karena sisa waktu ke depan kini bisa dijalani bersama, semoga kebersamaan keluarga ini abadi, terjaga selamanya.
(Abdul Salim)
