Hati yang telah lama menyimpan rindu akhirnya berguncang penuh kebahagiaan. Uwak Sentot tak kuasa menahan haru yang mendalam saat menyambut kedatangan keponakan tercinta yang bernama Agustina bersama keluarga datang kerumah Uwak Sentot yang beralamat dusun 1 karang anyar desa karang anyar kecamatan penggajahan kabupaten Serdang Bedagai, sosok yang telah hampir 23 tahun tak berjumpa. Perpisahan yang terasa selamanya kini berakhir bahagia, dan air mata bahagia tak terbendung lagi membasahi pipi Uwak Sentot.
Dua puluh tiga tahun (23), waktu yang begitu panjang, cukup lama untuk membuat wajah anak kecil yang dulu beliau gendong kini telah tumbuh dewasa, bahkan hampir tak dikenali jika bukan karena ciri khas yang masih tersisa di wajahnya. Selama itu pula, nama keponakan tercinta Agustina selalu terucap dalam doa setiap hari, kerinduan tak pernah pudar walau jarak dan waktu seakan memisahkan mereka.
Saat pintu terbuka dan sosok itu berdiri di hadapannya, Uwak Sentot terdiam sejenak, menatap lekat-lekat seakan ingin memastikan bukan mimpi. Perlahan senyum merekah, lalu air mata mengalir deras. Beliau segera merentangkan tangan, menyambut pelukan erat keponakannya, memeluk sekuat tenaga seakan takkan pernah dilepaskan lagi.
Kamu kan Agustina Anak Adik saya, ucap Wak sentot dengan suara bergetar penuh isak tangis. Tatapan matanya penuh kasih sayang bercampur syukur yang tak terlukiskan kata kata. Setiap inci wajah keponakannya beliau perhatikan dengan saksama, mencari jejak masa kecil yang masih terselip di sana, menyadari betapa banyak waktu yang terlewati tanpa kebersamaan ini.
Cerita pun mengalir tak henti tentang masamasa berpisah, tentang perjalanan hidup masing-masing, tentang kerinduan yang dipendam bertahun tahun tanpa terduga kapan akan bertemu.
Uwak Sentot mendengarkan dengan seksama, sesekali mengusap air mata, tersenyum bahagia melihat keponakan Membawa Suami dan anak nya Kerumah Uwak sentot
Dua puluh tiga tahun terpisah, namun ikatan darah tak pernah terputus sejenak pun. Kasih sayang Uwak Sentot tetap utuh terjaga, menunggu hari ini tiba. Pertemuan ini adalah bukti bahwa doa seorang keluarga selalu didengar, dan kebersamaan yang tertunda bukan berarti dihapuskan.
Kini takkan ada lagi perpisahan panjang. Waktu yang terbuang akan diganti dengan kebersamaan sebanyak mungkin. Selamat datang, keponakanku tercinta. Rumahku selalu rumahmu, dan pintu hati Uwak Sentot selalu terbuka lebar untukmu, selamanya.
(Abdul Salim)
.jpg)
