Ada pertemuan yang terasa begitu sederhana, namun menyimpan perasaan yang sedalam samudera bersama uwak dan keponakan.
Sudah hampir 20 tahun berlalu sejak terakhir kali mereka berpisah, dan hari ini, akhirnya uwak yang telah lama dirindukan Akhirnya ketemu. Peristiwa itu sungguh mengharukan, Tangisan bahagia pun datang, menyentuh hati siapa pun yang yang melihat nya Selama puluhan tahun kabar Uwak dan keponakan Terputus, dan waktu terus berlalu membawa masing masing menempuh jalan hidupnya sendiri. Kerinduan tak pernah surut, walau rupa wajah perlahan berubah dimakan usia.
Momen pertemuan itu pun tiba. Tatapan mata saling bertemu, seakan mencari jejak masa kecil yang masih tersisa di wajah yang kini telah berkerut. Tak banyak kata yang terucap di awal air mata justru mengalir lebih dulu, membasahi pipi yang bergetar menahan haru.
Pelukan yang terjalin begitu erat, seakan tak ingin melepaskan lagi, seakan ingin menyatukan kembali waktu yang telah hilang selama 20 tahun itu dalam satu dekapan.kenangan masa kecil mengalir deras bagaikan sungai yang tak pernah kering. Cerita demi cerita tumpah ruah tentang keluarga, tentang suka dan duka yang dilewati sendirian selama berpisah. Tawa dan tangis bercampur menjadi satu, membuktikan bahwa ikatan darah takkan pernah putus walau waktu dan jarak memisahkan sekian lama.
20 tahun bukanlah waktu yang singkat. Ia cukup lama untuk mengubah wajah, mengubah keadaan, bahkan mengubah dunia di sekitar mereka. Namun satu hal yang tak pernah berubah, kasih sayang Uwak dan keponakan yang tertanam sejak kecil. Pertemuan ini bukan sekadar pertemuan biasa melainkan pertemuan masa lalu yang akhirnya menyatu kembali, melengkapi bagian hidup yang sempat hilang selama puluhan tahun.
Semoga kebersamaan ini kini terjaga abadi. Takkan ada lagi perpisahan panjang, takkan ada lagi kabar yang tertunda. Karena setelah hampir 20 tahun menanti, kebahagiaan hari ini adalah bukti bahwa doa dan harapan yang tak pernah putus pada akhirnya akan dikabulkan.
(Abdul Salim)
