Setelah pasca banjir dimana masyarakat yang masih menyisakan trauma yang belum selesai akibat terpaan banjir, masyarakat Serdang Bedagai kembali diperhadapkan dengan persoalan baru yakni, kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).
Masyarakat sampai saat ini masih membersihkan sisa-sisa lumpur yang masuk ke rumah bahkan tempat tidur pun ada yang hayut diterpa derasnya arus banjir.
Saat ini, pemerintah masih memberikan bantuan berupa sembako kepada masyarakat yang terdampak akibat banjir.
Pemerintah juga menghimbau kepada masyarakat agar pada bulan Desember ini masyarakat selalu waspada dan memperhatikan keadaan cuaca.
Melalui badan BMKG cuaca saat ini tidak stabil dan selalu berubah ubah dan ekstrim.
Persoalan baru di Serdang Bedagai adalah susahnya mencari BBM.
Ketika awak media melakukan konfirmasi ke salah satu SPBU yang ada di Serdang Bedagai
untuk menanyakan kapan BBM masuk, "Pukul 3.00 WIB atau pukul 4.00 WIB pagi pak," ucap salah seorang operator SPBU.
Masyarakat terpaksa harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM.
Bahkan ada yang pulang karena kelaparan karena harus menunggu berjam-jam.
Pada kesempatan ini masyarakat meminta kepada para pedagang untuk tidak menaikkan harga bahan pokok yang begitu tinggi, masih banyak masyarakat yang kurang mampu. Jangan jadikan ini suatu kesempatan mencari keuntungan yang begitu tinggi .
Diminta kepada pihak pemerintah dalam hal ini Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Perindustrian dan Perdagangan (Diskop UKM Perindak) untuk menindak para pedagang yang berlaku curang. Jangan jadikan rakyat kecil ini senjata aji mumpung ketika ada musibah besar dimana para pedagang memanfaatkan kesempatan .
Silahkan cari keuntungan tapi jangan jadikan rakyat menjadi tameng, yang wajar aja cari untung tapi tidak memberatkan masyarakat.
(Abdul Salim)
