Pengendara Sepeda motor dan Mobil harus Mengantri Untuk Mendapatkan BBM




Antrian di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) di Desa Sukadamai kecamatan seibamban kabupaten Serdang Bedagai Sumatera Utara saat ini sangat panjang dan masih mengular. Kondisi ini disebabkan oleh kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang dipicu oleh berbagai faktor, termasuk bencana alam seperti banjir yang mengganggu distribusi pasokan BBM ke wilayah tersebut.

 Rabu (3/12/2025)


 

Kelangkaan BBM di Desa Sukadamai, Serdang Bedagai khususnya dan sekitarnya,

terjadi karena distribusi terganggu oleh kondisi alam yang ekstrim. Banjir besar infrastruktur menyebabkan jalan rusak dan kapal pengangkut BBM tidak dapat bersandar di pelabuhan, sehingga pasokan dari depo utama terhambat. Akibatnya, stok BBM di SPBU menjadi sangat terbatas, dan warga harus mengantri berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar.

 

 


Beberapa SPBU bahkan mengalami setengah badan yang tergenang banjir, membuat operasionalnya terbatas dan dispenser hanya sebagian yang bisa digunakan.

Antrian panjang ini terjadi sejak sore hingga malam hari dan menyebabkan kemacetan lalu lintas yang cukup parah, menghambat distribusi logistik dan bantuan kemanusiaan.

Warga merasa kecewa karena stok BBM yang terbatas dan sulitnya mendapatkan bahan bakar.

 

Pemerintah dan Pertamina berupaya mempercepat normalisasi pasokan BBM dengan mengirim truk dari Riau dan Sumatera Utara. Namun kendala utama adalah kondisi cuaca buruk dan infrastruktur yang rusak, sehingga distribusi masih belum optimal. Beberapa pejabat tinggi, termasuk Menteri ESDM dan Pertamina, diharapkan turun langsung ke Sumatera Utara untuk memahami kondisi nyata warga di lapangan.

 


Gambar ini menunjukkan panjang antrean warga di SPBU, yang mencerminkan kondisi nyata di lapangan saat ini.

 

Secara keseluruhan, antrean panjang di SPBU di Sumatera Utara merupakan dampak langsung dari krisis pasokan BBM akibat bencana alam, dan penanganan yang efektif sangat diperlukan agar distribusi kembali normal dan warga tidak lagi harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) Tersebut.


(Abdul Salim)

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Formulir Kontak