Di tengah keramaian kawasan perkampungan yang ramai di simpang obor Sukatani desa Sukadamai kecamatan seibamban kabupaten Serdang Bedagai ada sebuah warung pecal yang baru-baru ini meledak di dunia maya.
Berlokasi di sudut gang yang dulu hanya dikenal warga sekitar, warung Pecal Bu Riana kini menjadi magnet bagi ratusan pengunjung setiap hari terutama muda mudi yang datang bukan hanya karena rasa yang luar biasa, tapi juga harga yang sungguh-sungguh ramah dompet.
Tak heran, postingan tentang warung ini sering muncul di Instagram, TikTok, dan Facebook dengan tagar Pecal Bu Riani yang semakin hari semakin populer.
warung ini dimulai sekitar 2 tahun yang lalu, seorang ibu janda yang sudah bertahun-tahun memasak pecal untuk keluarga memutuskan untuk membuka warung kecil di depan rumahnya. Dia tidak menyangka bahwa hidangan tradisional yang dia sajikan akan meramaikan mesos dalam waktu singkat. “Awalnya cuma buka warung buat tambah penghasilan, gak nyang bisa viral,” ujar Bu Riani dengan senyum lebar, sambil sibuk menyiapkan bumbu kacang yang harum. "Kita hanya menjaga rasa asli pecal Jawa, tapi tambahkan sedikit sentuhan agar cocok dengan selera orang Seragai
Apa yang membuat pecal di sini begitu digemari? Pertama, pastinya rasa bumbu kacangnya yang menjadi hati dari hidangan ini. Bu Riani membuat bumbu sendiri setiap pagi, menggunakan kacang tanah yang disangrai hingga harum, campur dengan cabai, bawang merah, bawang putih, terasi, gula merah, dan air jeruk nipis yang segar. Hasilnya, bumbu yang kental, gurih, pedas manis, dan wangi menyebar ke hidung setiap kali ditumpahkan ke atas sayuran segar.
Sayur-sayuran yang
digunakan juga selalu segar daun ubi, tauge, kacang panjang, kangkung ,kol, mentimun, hingga tempe dan tahu yang digoreng renyah semuanya dipilih secara cermat setiap pagi di pasar terdekat.
Selain rasa, faktor terbesar yang membuat warung ini viral adalah harga yang murah banget. Paket pecal standar dengan porsi cukup untuk satu orang hanya dijual seharga Rp12.000.
Selain pecal ada juga Mieso,Nasi goreng, Indomie kuah/goreng, Teh manis panas/dingin, kopi rebus, kopi susu
Banyak pesan antar jemput, terutama pas jam kerja pulang kata Bu Riani, Kita coba beradaptasi dengan kebutuhan muda mudi yang sering sibuk dan suka aksesnya mudah."
Seiring bertambahnya banyaknya Rasa dan harga yang murah itu yang membuat orang suka, jadi kita harus menjaganya."
Hari ini, warung "Pecal bu Riani sudah bukan hanya warung kecil jadi bukti bahwa hidangan tradisional bisa tetap populer di kalangan muda mudi, asal disajikan dengan rasa yang autentik, harga yang terjangkau, dan suasana yang nyaman. Setiap hari, mulai dari jam 10 pagi hingga jam 8 malam,
warung ini selalu dihadiri pengunjung ada yang datang sendirian, ada yang bareng teman, bahkan ada yang datang dari luar kota cuma buat nyobain pecal yang viral ini. “Setiap kali melihat pengunjung senang, kami juga senang,” ujar Bu Riani.
Semoga warung ini bisa tetap ada dan membuat banyak orang senang dengan pecalnya."
(Abdul Salim)


